I’m a flower too

May 8, 2012 at 6:34 am Leave a comment

Drama korea ini lebih dikenal dengan judul “me too flower” tapi karena terdengar aneh maka gw lebih memilih menggunakan judul “I’m a flower too”. Sejujurnya gw terlambat nonton drama ini, tapi lebih baik telat daripada nggak nonton sama sekali hehehe.. This drama is about another noona-dongsaeng couple (emang lagi ngetrend kaya nya tema kaya begini di drama2 korea), genre drama ini romantic comedy, tapi yg bikin beda dari drama2 kebanyakan adalah I’m a flower too konsisten dengan unsur komedi nya hingga ke episode terakhir *clap clap*

Cha Bongseon dan Seo Jaehee

Secara garis besar drama ini bercerita tentang Cha Bong Seon dan Seo Jae Hee. Bongseon adalah seorang polisi wanita yang tersendat kenaikan pangkatnya untuk menjadi seorang sersan. Bongseon berwatak keras dan galak, dia tinggal bersama dengan adik tiri nya bernama Gim Dal, ayah dan ibu nya telah lama bercerai. Walaupun dari luar terlihat galak namun sebenarnya Bongseon bisa juga bersikap “girly” seperti layaknya wanita pada umumnya, hal ini terlihat dari poster besar Pink Chicken yang menempel di kamar tidurnya. Pink Chicken adalah seorang penyanyi terkenal yang mempunyai wajah mirip dengan Jo Maru (junior nya Bongseon di kantor kepolisian). Pink Chicken sekaligus Jo Maru diperankan dengan sangat kocak oleh Gikwang B2ST hehehe ga nyangka kalo Gikwang jago mainin peran dodol macem begini.😆

Pink Chicken VS Jo Maru, ROFL!!

Selanjutnya ada Seo Jae Hee, dia adalah seorang desainer sekaligus co-founder di perusahaan Perche yang bergerak di bidang fashion. Namun karena Jaehee mengidap social phobia maka dia menyembunyikan identitas asli nya dan hidup sederhana sebagai seorang petugas parkir di kantor Perche. Kedua orang tua Jaehee telah meninggal saat dia remaja. Jaehee tinggal bersebelahan dengan Park Hwayeong (pemilik perusahaan Perche, sekaligus wanita yang pernah menjadi cinta pertama Jaehee). Suami Hwayeong sudah meninggal karena tidak sengaja tertabrak mobil yang dikendarai oleh Jaehee, untuk menebus rasa bersalah maka Jaehee sengaja tinggal dekat dengan Hwayeong agar bisa menjadi figur ayah bagi anak Hwayeong, yaitu Ah In.

Suatu hari Bongseon diperintahkan oleh atasan nya untuk rutin mengikuti terapi dengan seorang psikolog bernama Park TaeHwa (dia juga merupakan sepupu Hwayeong). Terapi ini merupakan syarat agar Bongseon bisa naik pangkat menjadi sersan. Sepulang nya dari pertemuan terapi Bongseon hampir ditabrak oleh motor nya Jaehee, semenjak kejadian ini pertengkaran antara Bongseon dan Jaehee tidak pernah selesai (never ending fight hehehe..) Selalu saja ada kejadian di kantor Perche yang menyebabkan Bongseon sebagai polisi setempat harus turun tangan dan kemudian bertengkar dengan Jaehee selaku petugas parkir di Perche. Lama kelamaan hubungan Bongseon dan Jaehee semakin dekat, both of them have love-hate relationship, ibarat lagunya Bukan Bintang Biasa “putus nyambung.. putus nyambung.. putus nyambung..” gyahahahaha! Akhirnya interaksi Bongseon & Jaehee diketahui oleh Hwayeong, dan membuat Hwayeong tidak suka terhadap Bongseon. Hwayeong sangat posesif terhadap Jaehee, kemungkinan karena dia menganggap Jaehee sebagai pelindung keluarga dan pengganti suami nya yang sudah meninggal, jadi Bongseon dianggap sebagai ancaman yang akan merebut Jaehee dari sisi nya dan juga anak nya.

Puncak ketidaksukaan Hwayeong terhadap Bongseon pada akhirnya membuat Hwayeong memiliki rencana jahat untuk memisahkan Jaehee & Bongseon dengan cara menghadirkan orang ketiga diantara mereka, oknum tersebut tidak lain adalah Gim Dal yang merupakan adik tiri Bongseon. Pada awal nya Gim Dal tidak mengetahui jika Jaehee mempunyai hubungan dengan Bongseon. Begitupun Jaehee tidak tahu bahwa Gim Dal adalah adik tiri Bongseon.

Pada suatu ketika perusahaan Perche kehilangan sebuah produk andalan nya yaitu tas wanita yang bertaburkan berlian. Karena pencurian tas mahal ini merupakan sebuah kasus yang serius maka pihak kepolisian bekerja keras mengusut kasus tersebut, termasuk Bongseon. Namun tidak disangka-sangka kasus pencurian ini hanyalah sebuah strategi marketing dari Perche, tentu saja hal ini membuat Bongseon marah besar kepada pihak Perche, terutama Jaehee & Hwayeong. Ketika akhirnya masyarakat luas mengetahui bahwa kasus pencurian ini hanyalah hoax maka giliran Hwayeong yang marah besar kepada Bongseon karena mencurigai nya sebagai penyebar informasi kepada masyarakat, dan berniat menuntut Bongseon lewat jalur hukum. Di saat inilah Jaehee dihadapkan pada 2 pilihan sulit, apakah harus melindungi Bongseon dari jeratan hukum, atau justru membela Hwayeong yang merupakan rekan kerja sekaligus wanita yang pernah dicintainya. (ceileeeeeeh bahasa gw najong banget deh ah! hehehe..)

I bet all of you can predict the ending of this story, right? Yup, tentu saja Jaehee memilih melindungi Bongseon, dan memutuskan untuk menjaga jarak dari Hwayeong. Jaehee bahkan pindah rumah dan keluar dari perusahaan Perche untuk bisa memulai usahanya sendiri. Gim Dal yang patah hati karena tidak bisa mendapatkan Jaehee akhirnya berbahagia bersama dengan Park Taehwa (psikolog yang menangani terapi Bongseon). Hwayeong pun menemukan sosok pria yang mirip dengan mendiang suaminya dalam diri Han Dongsu (teman nya Taehwa sesama psikolog). Dan yang paling fenomenal Bongseon akhirnya rela melepas poster Pink Chicken yang menempel di kamar nya bwekekekeke.. Hal ini dikarenakan Bongseon merasa sudah sepenuhnya tumbuh menjadi wanita dewasa ^^ TAMAT!

Menurut gw drama ini sebenernya spesial dibandingkan drama-drama romantic comedy lain nya yang standar (ooops hehe..) tapi anehnya rating drama ini kok kecil banget ya?! Kenapa gw bilang spesial? Karena dua karakter utama drama ini terlihat complicated, Jaehee & Bongseon masing2 mempunyai masalah mereka sendiri-sendiri, jadi alur cerita nya nggak melulu tentang lovey dovey nya kisah cinta si Jaehee & Bongseon. Cuma memang harus gw akui konflik utama drama ini terlalu dangkal, yaitu hanya tentang pencurian tas yang terus menerus diungkit-ungkit hingga akhir episode (capek deh!)

Terlepas dari kekurangan dan kelebihan drama ini ada 2 point yang gw garis bawahi. Pertama: kemampuan akting Yoon Si Yoon (Jaehee) menurut gw meningkat dibandingkan saat dia masih di Baker King Kim Tak Gu. Walaupun ada kala nya saat adegan marah Yoon Si Yoon masih terlihat “fake” tapi masih bisa dimaklumi (mungkin kalo Kim Jaewon yang berperan jadi Jaehee lain cerita nya, hikss..hikss..I was rooting for Kim Jaewon). Point kedua: original soundtrack for this drama is lovely, you guys should try listen to it! Lagu favorite gw di drama ini adalah “dreaming” oleh B2ST. Last but not least, pastikan usia kalian sudah 17 tahun kalo mau nonton drama ini ya *wink* (yang udah nonton episode 6 pasti ngerti kenapa gw ngasi warning semacam ini hahaha!)

Entry filed under: all about korean wave. Tags: , , .

ilbak girls are back!!! Eun Jiwon’s MiniMe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Katja on Twitter

Shinhwa – Hey Dude!

Categories

Recent Posts

my archives

Blog Stats

  • 276,674 hits

%d bloggers like this: