Electricity By Request

October 10, 2014 at 1:43 am 1 comment

Hari Listrik Nasional.
Heihooo guys, tanggal 27 Oktober nanti kita memperingati Hari Listrik Nasional ke 69 lho. Nah kalo denger kata listrik pasti ingetnya sama PLN, trus apa yang terlintas di benak kalian kalo denger kata PLN? *kemudian hening* Gue tebak yah, pasti pemadaman listrik bergilir, betul? Hehehe.. Sebagai penduduk Indonesia udah pasti gue juga pernah ngerasain gimana sengsara nya kalo listrik di rumah mati. Bahkan saat ngetik tulisan ini pun rumah gue dalam kondisi gelap gulita karena listrik mati, sumpah kaga bohong! Untung nya ada aplikasi wordpress for android, nulis di blog lancar jaya walau listrik mati. *berasa iklan numpang lewat*

Saved by PLN.
Menurut gue pemadaman listrik ga selamanya bikin sengsara. Di salah satu episode kehidupan gue tercatat bahwa PLN pernah menyelamatkan gue lewat pemadaman listrik. Waktu itu masih jaman kuliah, gue begadang semalem suntuk demi mempersiapkan tugas kuliah buat besok pagi. Tugasnya yaitu bikin makalah dengan tema yang udah ditentukan bu dosen, plus tak lupa slideshow power point, ya iya dong kan nanti makalahnya mau dijabarin ke khalayak ramai jadi kudu bikin slideshow. Gue lupa apa alasan yang menyebabkan gue ngerjain itu tugas di detik-detik terakhir, tapi yang gue inget itu makalah bener-bener asal jadi alias amburadul, dan slideshow pun seadanya doang, ngenes! Pagi itu pengen rasanya gue bolos kuliah dengan tameng pura- pura sakit, tapi langsung inget bahwa jatah bolos untuk semester itu udah gue pake semua hahaha.. Oh well, the show must go on, berangkat lah gue ke kampus dengan lemah letih lesu lengkap dengan mata panda, mirip kaya prajurit pergi ke medan perang mau nganterin nyawa. Kenapa gue bilang nganter nyawa, ya karena bu dosen nya killer abeees! Udah bisa diprediksi pasti makalah gue bakal dihina-hina sama bu dosen karena lack of effort (and lack of sleep hihihi..) yowes lah pasrah aja. Sampe di kelas semua udah siap, mahasiswa udah komplit, proyektor udah terpasang cantik, tinggal nunggu algojo nya aja🙂 ooops maksud gue nunggu kedatangan bu dosen tercinta. Lima menit kemudian bu dosen masuk, seperti biasa dingin tanpa senyum, dan hati gue pun jadi makin ciut, duh Gusti nu agung tolonglah hamba-Mu. Tanpa banyak cing cong langsung dimulai pertunjukan sirkus nya, gue sebagai monyet sirkus pun buru-buru maju ke depan kelas siap untuk presentasi. Setelah membaca basmallah dalam hati, gue pasang senyum palsu sambil mengucap “guten Morgen” dan sedetik kemudian “PETTT” listrik di gedung itu mati!! Lampu mati, proyektor mati, AC mati, sontak kepanikan melanda dalam kelas karena di gedung ini ga ada genset sodara sodara! Miris ya universitas negeri ga punya genset, padahal minimarket pinggir jalan aja inisiatif beli genset masing-masing *kemudian ditabok pak rektor* tapi cerita ini kan bertahun-tahun yang lalu jadi asumsi gue mungkin sekarang udah beli genset, aamiin. Balik lagi ke cerita, gue menatap bu dosen dengan muka bingung meminta jawaban akan kepastian nasib presentasi gue hari itu, mungkinkah presentasi dilanjutkan dalam keadaan gelap gulita begini, tanpa proyektor pula?! Dan akhirnya kalimat sakti itu keluar juga dari bu dosen tercinta “presentasi kita tunda minggu depan, auf wiedersehen!” sejurus kemudian beliau keluar dari kelas. ALHAMDULILLAH, SUBHANALLAH, ALLAHU AKBAR, HIDUP PLN!!! Itu artinya gue masih punya waktu seminggu untuk memperbaiki makalah dan slideshow. Pertolongan Allah datang lewat tangan PLN, mungkin ini yang namanya rejeki anak sholeh, terharu gue. Langsung senyum palsu gue seketika berubah jadi senyum sumringah yang lebar mengembang dari kuping kiri ke kuping kanan, I’m saved by PLN!

Budayakan Hemat Listrik.
Cerita gue di atas cuma salah satu contoh kecil bahwa pemadaman listrik tidak selalu identik dengan SENGSARA. Menurut gue mah tergantung bagaimana cara masing-masing individu menghadapi pemadaman listrik yang merupakan suatu keniscayaan. *ngomong apa sih gue!* Kalau ngerasa sengsara karena listrik mati, ya silakan nangis aja terus selama listrik mati. Kalau ngerasa sebel karena listrik mati, ya silakan maki-maki aja PLN sepuasnya selama listrik mati. Tapi toh maki-maki atau nangis ga produktif kan? Ga bikin lampu tiba-tiba jadi hidup kan? Ya udah sih santai aja, ntar kalo udah saatnya juga listrik nyala lagi. Gue biasanya memanfaatkan momen gelap gulita seperti ini untuk introspeksi diri apakah selama ini gue sering buang-buang listrik *ceileeeeh* jangan-jangan listrik mati gara-gara gue sering lupa matiin AC, lupa matiin TV, lupa matiin lampu, ngoook!! *lebay* Eh tapi iya lho, kebiasaan lupa matiin lampu, AC, TV dan sebagainya jangan disepelein dengan dalih “toh yang bayar listrik gue, bukan pake duit orang lain” gue paling sebel sama orang yang suka ngomong begini. Iya memang bener bayar listrik pake duit lo, tapi pasokan listrik bukan buat lo seorang kan? Listrik harus dibagi-bagi ke seluruh penduduk Indonesia kan? Jadi jangan egois lah mentang-mentang mampu bayar listrik, tolong empati sedikit sama penduduk Indonesia yang tiap malem listriknya mati *lirik orang Lampung* yuk mari kita budayakan hemat listrik. *pilih saya jadi dirut PLN selanjutnya, PLAAAK!*

Ideku Untuk PLN.
Udah berkoar-berkoar panjang lebar dari tadi tapi gue belum kasi kado untuk PLN dalam rangka hari listrik nasional. Karena ngasi kado berupa uang atau barang terlalu mainstream maka gue mempersembahkan kado murah meriah berupa….IDE BRILIAN! *bilang aja kere, PLAAAAK!* Merujuk pada pengalaman gue yang pernah terselamatkan gara-gara pemadaman listrik, maka gue berasumsi di luar sana juga terdapat segelintir orang yang sama seperti gue, yaitu mengharapkan “keajaiban” dari PLN. Nah gue menyebut ide ini sebagai “electricity by request” wiiih apaan tuh maksudnya? Jadi setiap orang bisa menghubungi customer service PLN baik lewat SMS/telepon/email untuk meminta listrik di tempat tinggalnya dinyalakan/dimatikan pada tanggal dan waktu yang ditentukan dengan alasan yang mumpuni. Contoh kasus, ada oknum yang ingin melamar Mawar hari rabu, tapi Mawar tidak berkenan dilamar, maka cukup hubungi PLN minta listrik dimatikan pada hari rabu itu agar oknum tersebut batal melamar hahaha.. Contoh kasus lain, hari selasa akan ada pesta ulang tahun besar-besaran di rumah Melati, maka hubungi PLN untuk memohon listrik tidak dimatikan pada hari selasa supaya pestanya lancar hihihi.. Brilian kan? *lalu ditimpuk gentong* Yaaah namanya juga sumbang ide, kalo diterima (apalagi dapet hadiah) syukur alhamdulillah, kalo ditolak ya ntar gue cari ide absurd lain buat lomba tahun depan hehehe.. Sekian dan terima kasih!

Entry filed under: ga penting, Uncategorized. Tags: .

Macaroni Schotel [EngSub] 2009.05.10 Encore Performance For Grandma (1N2D ep105)

1 Comment Add your own

  • 1. reglest  |  October 18, 2014 at 5:44 am

    asli ngakak!!!!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Katja on Twitter

Shinhwa – Hey Dude!

Categories

Recent Posts

my archives

Blog Stats

  • 276,512 hits

%d bloggers like this: